Temukan “Sweet Spot” Anda!

Buku ini diterjemahkan dari “Cure For The Common Life” yang ditulis oleh Max Lucado. Isi dari buku ini sesuai dengan tagline pada covernya yaitu menemukan dan menggunakan keunikan diri sesuai rancangan Allah bagi setiap pribadi.

Apa itu “Sweet Spot”? Sweet Spot adalah suatu titik tertentu dalam diri kita di mana kita merasa senang melakukan sesuatu. Pemain golf merasakannya ketika mengayunkan tongkatnya, tapi kita tidak perlu mengayunkan tongkat apapun karena Allah telah menyediakan Sweet Spot tersebut bagi kita.

Lalu bagaimana kita dapat merasakannya? Setiap kita memiliki tas yang telah “dikemas” Allah sesuai dengan tujuan yang telah Ia tetapkan. Mungkin seringkali kita melihat, mengapa orang yang sudah bekerja sangat membenci hari Senin? Atau mengapa mereka tidak terlihat menikmati pekerjaannya? Jawabannya adalah mereka tidak membongkar dengan benar isi dari tas yang sudah Allah siapkan. Kutipan dari buku ini mengatakan bahwa, “Anda tidak bisa menjadi apa saja yang Anda inginkan. Tetapi Anda bisa menjadi apa saja yang Allah inginkan dari Anda.”. Galilah dan temukan potensimu dan ingatlah setiap kita adalah unik adanya.  Karena itu sangat penting untuk kita dapat menyelidiki dan menggali potensi serta talenta dan karunia yang Allah berikan kepada kita.

Ada beberapa pertanyaan praktis di dalam buku ini agar kita dapat menemukan “sweet spot” kita:

  • Untuk hal menyenangkan apa kebanyakan kita menghabiskan waktu di masa lalu kita?
  • Hal apa yang paling kita senangi dan kita mampu untuk lakukan?

Padanglah keinginan-keinginan dan kegemaran-kegemaran kita sebagai karunia yang Allah berikan pada kita, karena Bapa kita adalah Allah yang begitu mengasihi kita, Ia tidak mungkin tega membiarkan kita hidup dalam kesengsaraan karena menghidupi hidup kita dengan potensi dan talenta yang tidak kita senangi.

Buku ini juga mengingatkan kita bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh posisi atau gaji yang kita dapatkan, tetapi kesuksesan adalah melakukan dengan maksimal apa yang sebaiknya kita kerjakan. Jangan turuti keserakahan kita karena seseorang bisa jadi tidak berguna di dalam ambisi ketamakannya untuk menjadi hebat.

“Anda tidak memainkan peran kecil karena tidak ada peran kecil yang dimainkan di dunia ini.”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *